Juara 3 Creative Innovation
Botani Robotic Competition (2026) — Putri Wijaya (MAN 20 JAKARTA)
Membekali generasi muda dengan pemahaman fundamental cara kerja AI, etika rekayasa perintah (*prompt engineering*), fondasi coding Python, dan otomatisasi produktivitas sekolah tanpa sekadar menjadi konsumen instan.
Alur terarah dan terukur: mulai dari dekomposisi logika komputasional, fondasi sintaks Python, literasi prompt kritis, hingga pembuatan automasi tugas nyata menggunakan kode.
Pilihan format yang fleksibel disesuaikan dengan kalender akademik dan agenda sekolah: lokakarya intensif kilat atau ekstrakurikuler komputasi mingguan sepanjang semester.
Lokakarya singkat memakai AI untuk membantu penyusunan kerangka tugas, riset referensi ilmiah, pembuatan slide presentasi memukau, serta memahami kaidah etika akademis.
Pengembangan pola pikir komputasional bertahap, fondasi bahasa pemrograman Python terapan, dan keterampilan membangun aplikasi cerdas sederhana untuk kebutuhan sekolah.
Siswa tidak hanya belajar teori di laboratorium, tetapi langsung merasakan dampaknya pada efisiensi riset, kualitas presentasi, visualisasi eksperimen sains, dan manajemen waktu sekolah.
Siswa belajar memetakan garis besar gagasan tulisan (*outlining*), merangkum literatur jurnal, dan memeriksa konsistensi argumen tanpa melakukan plagiarisme instan.
Mengubah paragraf materi yang panjang menjadi poin-poin ringkas yang mudah dipresentasikan di depan kelas dengan bantuan alat bantu tata letak AI visual modern.
Mengolah angka-angka hasil eksperimen IPA/Fisika menjadi grafik visual berwarna menggunakan skrip Python sederhana (Matplotlib) untuk laporan praktikum ilmiah.
Membuat skrip bot pengingat jadwal ujian, konversi format tabel dokumen otomatis, dan pengelompokan catatan belajar harian secara rapi.
Pembiayaan terpadu yang mencakup lisensi materi, lingkungan koding awan (*cloud coding*), dan pendampingan mentor.
Pembelajaran bertahap komputasi modern dari dasar computational thinking hingga pemrograman Python terapan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan orang tua dan guru mengenai relevansi kurikulum, etika AI, dan perangkat praktikum.
Justru sebaliknya. Fokus utama kurikulum Edurobotika adalah literasi kritis (*critical prompt engineering*). Siswa diajarkan bahwa AI adalah mitra kerja untuk memantik ide, bukan pengganti proses berpikir. Mereka dilatih merumuskan pertanyaan tajam, memverifikasi kebenaran fakta sumber (*fact checking*), dan menyempurnakan hasil secara mandiri.
Program ini mengajarkan fondasi di balik kecerdasan buatan: logika komputasional, algoritma teks Python, pemahaman token konteks, batasan etika keamanan data, serta integrasi AI ke dalam perangkat lunak nyata melalui kode pemrograman.
Program ini sangat efektif untuk siswa jenjang SMP (Fase D) hingga SMA/SMK (Fase E-F). Namun untuk jenjang SD tingkat atas (Fase C), tersedia modul pengenalan logika komputasional yang disesuaikan.
Cukup menggunakan komputer atau laptop yang terhubung ke jaringan internet stabil. Seluruh modul, software pemrograman Python berbasis peramban, dan panduan praktikum disediakan oleh tim Edurobotika.
Sekolah dapat memilih format lokakarya intensif 1-2 hari (Workshop) atau ekstrakurikuler mingguan berkelanjutan selama satu semester. Silakan hubungi konsultan kami untuk penjadwalan pemaparan materi.
Dokumentasi nyata kegiatan praktikum kelas AI dan pameran proyek otomasi komputasi siswa binaan Edurobotika.
Konsultasikan integrasi program AI praktis bersama tim edukasi Edurobotika. Kami siap mengadakan presentasi silabus kurikulum dan demonstrasi interaktif di sekolah Anda.
Diskusikan jadwal visitasi mentor ke sekolah Anda untuk demo kurikulum AI praktis dan simulasi biaya per siswa.
Hubungi via WhatsAppBila sekolah ingin meninjau RPP teknis komputasi, software cloud yang digunakan, dan model kemitraan bagi hasil 10% kas sekolah.
Lihat Skema Kemitraan